Birds Of Prey

Review Film BIRDS OF PREY (2020), Harley Quinn: Patah Hati, Penyelamatan Diri, dan Kegilaan yang Hakiki

Review Film BIRDS OF PREY (2020), Harley Quinn: Patah Hati, Penyelamatan Diri, dan Kegilaan yang Hakiki – Setelah film Suicide Squad mendulang keberhasilan dalam memperkenalkan karakter sang Ratu Gila pasangan dari sang Joker yaitu Dr. Harleen Quinzel, atau Harley Quinn begitu ia biasa disebut, DC Films ternyata sudah mendengar sekaligus mengabulkan keinginan para DC Fans loh guys, yaitu dengan membuatkan film sekuel yang dibintangi dan difokuskan hanya kepada Harley Quinn, Margot Robbie saja.

Film Birds of Prey yang rilis dan juga tayang di bulan Februari 2020 ini benar-benar menceritakan kehidupan sang Harley Quinn, seorang mantan psikiater dari Rumah Sakit Jiwa, tempat dimana ia menjalin cinta bersama Joker di masa itu. Namun kehidupan yang dijalaninya di film ini adalah sebuah kehidupan setelah ia tidak lagi menjadi pacar dari seorang Joker. Di film Suicide Squad yang Robbie bintangi sebelumnya, ia benar-benar berhasil menghidupkan karakter sebagai sang pacar Joker yang sama gilanya, bahkan bisa dikatakan lebih gila dari si Joker itu sendiri.

Sehingga hal tersebut benar-benar membuat para penonton dan penikmat film karya DC sangat penasaran dengan bagaimana aksi-aksi Harley Quinn selanjutnya jika nanti akan ada film yang hanya dikhususkan pada ceritanya. Dan sampailah kita pada film Birds of Prey, dimana tidak ada lagi cerita tentang sang Joker, namun hanya dikhusukan kepada aksi-aksi keren dan menggemaskan dari sang anti-hero, Harley Quin.

Nonton Film Action

RINGKASAN ALUR CERITA BIRDS OF PREY

Menjadi mantan pacar dari seorang mafia kriminal seperti Joker ternyata tidaklah cukup mudah bagi Harley Quinn. Terbukti dari cerita yang disuguhkan adegan per adegan di film Birds of Prey ini. Harley Quinn diputuskan dan ditinggalkan begitu saja oleh sang Joker, dan hal tersebut benar-benar membuat Harley merasa sakit hati dan sedikit depresi.

Ia pun berniat untuk menghilangkan segala rasa sedih, marah, dan kecewa yang ia rasakan dengan melakukan berbagai hal baru, seperti berganti gaya rambut, pergi clubbing ke klub malam yang dimiliki salah satu kawan sekaligus lawannya yang nantinya menginginkan kematiannya juga, yaitu Roman Sionis a.k.a Black Mask.

Satu waktu, Harley mendengar gosip yang sedang asyik dibicarakan oleh sekumpulan gadis di area luar dari klub tersebut, yang mana gadis-gadis tersebut ternyata sedang membicarakan sang Joker dan dirinya pastinya. Mereka mengatakan bahwa ia tak mungkin bisa pisah dari seorang Joker, karena Harley Quinn sudah cinta mati pada Joker. Mendengar hal tersebut, Harley Quinn merasa sedikit terhina dan marah, kemudian ia pun memutuskan untuk pergi ke suatu tempat dengan menggunakan mobil, dimana tempat tersebut adalah tempat yang dulunya sangat bersejarah bagi seorang Harleen Quinzel dan Joker, yaitu Ace Chemicals.

Harley berniat ingin mengubur segala kenangan dan cerita pahit tentang dirinya bersama Joker, sehingga ia memiliki ide untuk menabrakkan mobil yang ia kendarai ke gudang besar Ace Chemicals tersebut sehingga menimbulkan kebakaran hebat. Setelahnya, Harley merasa sedikit lega dengan terbakarnya tempat tersebut.

Dari kejadian kebakaran itu, bertemulah Harley dengan Renee Montoya, seorang polisi dan detektif wanita kota Gotham yang awalnya memiliki segudang prestasi, hingga pada akhirnya Renee terpaksa harus meninggalkan pekerjaannya sebagai polisi tersebut karena ia dilaporkan mencuri beberapa barang bukti dari tempat kejadian perkara dari kasus yang sedang ia tangani saat itu. Sedangkan, Harley Quinn, dengan segala prestasi penganiayaannya terhadap orang-orang saat ia masih bersama dengan Joker, ternyata mau tak mau harus berurusan juga dengan si Black Mask, yang sangat menginginkan Harley mati ditangannya.

Mengetahui kemungkinan ia akan segera dihabisi oleh Black Mask yang memang sudah mengincarnya sejak lama namun terhalang oleh perlindungan sang Joker, Harley pun membuat perjanjian dengan Black Mask bahwa Harley akan membawakannya seorang pencopet kecil bernama Cassandra Cain yang seecara tidak sengaja telah mencuri dan menelan berlian berharga yang selama ini dicari-cari oleh Black Mask.

Harley Quinn Fantasi21.com

Roman Sionis pun menyetujui perjanjian tersebut dan melepas Harley Quinn sementara waktu untuk membawa kembali apa yang ia inginkan. Disinilah perjalanan Harley Quinn dimulai di film Birds of Prey ini, dimana ia harus berusaha menculik Cassandra yang ada di dalam penjara, yang ternyata telah ditangkap lebih dulu oleh pihak kepolisian atas kasus pencurian di jalanan. Dalam proses penculikannya dan penyembunyiannya terhadap Cassandra, Harley bertemu dengan 2 orang wanita yang salah satunya mahir bela diri yaitu Black Canary, yang kebetulan adalah sopir baru dari Roman Sionis, dan seorang wanita pembunuh berdarah dingin yaitu Helena Bertinelli atau Huntress.

Memiliki latar belakang dan alasan yang masing-masing ternyata berbeda, Harley Quinn pada akhirnya mampu membujuk 2 wanita tersebut, termasuk Renee sang mantan polisi, untuk bekerja sama menyelamatkan Cassandra dari pengejaran gang Black Mask. Pada akhirnya, Harley Cs harus berhadapan dengan kelompok pembunuh sadis milik Roman Sionis a.k.a Black Mask tersebut demi menyelamatkan sang anak, Cassandra Cain.

GOOD POINTS

Cathy Yan sang sutradara masih mempercayai  Margot Robbie untuk memerankan Harley Quinn di sekuel Birds of Prey ini, yang mana hal tersebut merupakan keputusan yang sangat positif mengingat para penonton dan pecinta DC Films memang sangat menyukai karakter seorang pacar Joker yang diperankan dengan sangat baik oleh Robbie tersebut. Sang sutradara dan juga sang penulis, Christina Hodson, tidak berniat sama sekali menggeser posisi Robbie sebagai Harley Quinn kepada siapapun juga mengingat Robbie memerankan karakter tersebut dengan sangat kuat dan epik di setiap adegan per adegannya.

Kegilaan yang diperankan oleh Robbie di film ini juga masih terasa pekat di hati para penonton, dan hal tersebut makin meningkatkan eksistensinya sebagai seorang Harley Quinn yang rela menjadi gila dikarenakan cintanya oleh Joker pada saat itu.

Hal menarik lainnya film ini adalah, dimana Cathy Yan masih mempertahankan eksistensi karakter dari seorang Harley Quinn yang dikenal memiliki kepribadian yang terganggu alias gila sejak ia memacari sang Joker, sebagaimana yang sudah dipaparkan di film sebelumnya yaitu Suicide Squad. Hal itu diperlihatkan dengan sangat apik seperti pada contoh adegan saat Margot Robbie menjelaskan dengan sangat detail dan sedikit berlebihan tentang betapa ia menyukai Sandwich buatan Sal, seorang pemilik toko roti dan sandwich yang ia kenal baik yang berada di kota tersebut.

Fantasi21.com Film Action

Juga adegan menarik lainnya dimainkan dengan cukup mengesankan oleh Robbie, seperti saat Harley Quinn berusaha melarikan diri dari kejaran Renee Montaya sang polisi yang berusaha mengejar-ngejarnya saat Robbie sedang ingin memakan sandwich kesukaannya tersebut, dan berakhir pada sandwich yang terbuang begitu saja dijalanan saat Robbie terjatuh dan Renee berhasil menangkapnya.

Plot cerita yang terdapat di film ini, meskipun sering maju – mundur sekitar 3 sampai 4 menit, tetap bisa kita nikmati dengan seksama dikarenakan kita yang tak bisa dipungkiri sedikit tersihir dengan kemahiran sang Ratu Gila dalam menceritakan dan membungkus kisah-kisah pahitnya dengan cara yang jenaka, serta kita yang sangat menghayati pola pikir si gila Harley Quinn yang memang menyenangkan untuk diikuti.

Robbie juga dengan apik memerankan dan memperlihatkan bagaimana kekuatan seorang wanita yang sesungguhnya di film ini, dimana meskipun ia disakiti dan dicampakkan berkali-kali bahkan dengan orang-orang yang ia sayangi (seperti saat ia ditinggalkan begitu saja oleh Joker dan juga ditinggalkan oleh Docs, seorang pemiliki restoran berkebangsaan Taiwan yang selama ini memberikan Harley tempat persembunyian), ia tetap tegar dan melewati semuanya dengan lapang dada serta dengan dibumbui sedikit kekonyolan ala Harley Quinn. Sangat menjadi tipikal seorang perempuan yah guys, meskipun berkali-kali ditinggalkan tetap saja ia kuat bertahan.

Setidaknya film Birds of Prey ini memiliki daya tarik tersendiri sebagai film keluaran terbaru dari DC Films. Daya tarik yang datang dari kegilaan dan kejenakaan Margot Robbie dalam memerankan perannya sebagai wanita gila yang ternyata semakin gila dan patah hati saat ditinggalkan oleh kekasih hatinya.

NOT-REALLY GOOD POINTS DI FILM BIRDS OF PREY

Seperti karya-karya film lainnya, pasti ada saja yang tidak terpikirkan atau mungkin terlewatkan oleh tim produksi dari film tersebut. Hal itu berlaku juga pada film Birds of Prey ini. Margot Robbie yang bisa dikatakan memerankan peran anti-hero di film ini, entah karena terlewatkan oleh sang sutradara atau memang sengaja dibuat seperti itu, tidak terlalu memperlihatkan kemampuannya dalam bertarung melawan para musuh-musuh lamanya. Hal ini terasa seperti tidak terlalu sebanding dengan embel-embel nama dirinya sebagai mantan pacar dari seorang mafia kelas kakap yaitu Joker. Apalagi ditambah situasi chaos yang Robbie timbulkan setelah ia meledakkan Ace Chemicals, dimana setiap orang yang mengenal siapa Harley Quinn dan Joker paham betul akan apa arti dari ledakan tersebut: berakhirnya hubungan mereka.

Peran wanita-wanita anti-hero lainnya seperti peran Black Canary dan Huntress atau Helena Bertinelli, juga seakan-akan tenggelam dengan pesona karakter sang Harley Quinn. Meskipun mereka pada akhirnya bersatu juga untuk melawan si Black Mask, namun ada baiknya peran mereka juga sedikit lebih diperlihatkan pada selipan-selipan adegan di film ini.

Untuk persoalan asmara dan alasan berakhirnya hubungan Harley Quinn dan Joker, sebetulnya ada baiknya bila diceritakan sedikit saja di awal adegan film ini, agar para penonton yang mungkin lupa atau tidak terlalu mengikuti DC Films sebelumnya dapat memahami dengan baik alur cerita mengapa Harley Quinn merasa begitu frustasi saat ditinggalkan oleh Joker.

Dikarenakan film Birds of Prey ini tidak terlalu menceritakan alasan berakhirnya hubungan Quinn dan Joker, maka muncullah spekulasi-spekulasi dari para penonton, seperti apakah Joker sengaja memutuskan Harley Quinn untuk melindunginya dari bahaya? Atau apakah Joker bermain mata dengan wanita lain? Ataukah justru Harley Quinn yang tertangkap basah bermain-main di belakang Joker? Semua itu mungkin akan menjadi lebih menarik bagi penonton jika saja terdapat sedikit prolog yang menceritakan mengenai mengapa mereka pada akhirnya berpisah.

Terakhir, hal yang mungkin tidak terduga dan mungkin akan menjadi sumber sedikit rasa kecewa oleh para pecinta romansa Harley Quinn dan Joker dari film Birds of Prey ini adalah, tidak adanya peran Joker bersama Harley Quinn satu adegan-pun di film ini. Sang sutradara jelas sudah memperhitungkan akan hal ini, dikarenakan sekuel Birds of Prey yang meskipun berlatar belakang melanjutkan kisah dari Suicide Squad, nyatanya film ini memang difokuskan hanya untuk peran Margot Robbie saja, dengan sedikit menyentil sentimen percintaan di dalamnya.

Film Action

CLOSING

Itulah detail review yang bisa diberikan penulis untuk para pembaca dan pecinta DC Films. Birds of Prey ini bagai menyajikan angin segar bagi mereka pecinta karya-karya DC Films yang sudah lama ingin melihat kejutan-kejutan baru dari film keluaran production house tersebut. Meskipun sebelumnya sudah ada film Suicide Squad yang mana film tersebut pertama kali mengenalkan siapa itu Harley Quinn, namun untuk urusan kesegaran dan keseruan dari adegan seorang pacar – yang saat ini telah menjadi mantan pacar – dari Joker, film Birds of Prey bisa menjadi salah satu referensi bagi kalian yang ingin menyaksikan keseruan-keseruan Heroes maupun Anti-Heroes Story milik DC Films tersebut.

Nah, bagi Anda yang ingin menyaksikan Birds Of Prey ini bisa langsung mampir di Fantasi21.com dimana Anda bisa menyaksikan film ini dengan kualitas Bluray dan yang paling penting disini Anda akan terhindar dari gangguan setan, eh maksudnya gangguan iklan yang kadang mengganggu seperti di situs film lainnya.

Di Fantasi21.com Anda bisa menonton berbagai film pilihan dengan kualitas Video dan Audio menakjubkan. Dan yang paling penting, disini Anda tidak akan terganggu oleh buffering sehingga Anda bisa menonton filmnya dengan sangat nyaman tanpa harus menekan tombola us hanya untuk menunggu buffering.

Jika Anda menonton di situs lain pasti loading akan sangat lama, padahal koneksi Anda stabil, hal tersebut dikarenakan situs itu tidak mengambil film dari source terpercaya ditambah banyak iklan yag akan keluar saat Anda sedang menonton. Hal itulah yang membuat Fantasi21.com siap memberikan konten-konten terbaik dengan layanan yang memuaskan.

Anda bisa menonton bersama dengan keluarga, teman, pacar, gebetan, calon mertua, mantan, mantannya mantan, mertuanya mantan atau siapapun yang Anda sayangi. Untuk nonton film action seperti Birds Of Prey ini Anda tidak harus mengantri untuk membeli tiket, yang harus Anda siapkan hanyalah cemilan, dan foto mantan, eh ini jangan bisa bahaya! Yang harus Anda siapkan adalah cemilan, gadget dan tentunya kuota.

Kami juga akan terus mengupdate berbagai film dengan rating terbaik sehingga Anda tidak akan bosan menonton film di situs kami.

Fantasi21.com merupakan salah satu situs film gratis terbaik dan juga terpercaya, disini hamper 80.000 judul film lebih bisa Anda tonton mulai dari tahun 1965 hingga tahun 2020. Jadi Anda bisa sedikit bernostalgia dengan film kesukaan Anda di zaman Anda masih di kandung badan, maksudnya masih kanak-kanak.

Langsung saja klik link https://fantasi21.com/birds-of-prey-and-the-fantabulous-emancipation-of-one-harley-quinn-2020/ untuk bisa menonton salah satu film action terbaik di tahun 2020 ini. Jadi tunggu apalagi, cari situs film gratis dan berkualitas? Langsung aja kunjungi fantasi21.com tempat dimana Anda bisa menonton berbagai jenis film dengan kualitas dan juga jalan cerita terbaik dibandingkan dengan situs film lain yang banyak menayangkan film film dengan rating rendah bahkan terlalu banyak iklan di situsnya, disini Anda bisa menonton film tanpa ada gangguan dan akan selalu siap mengisi waktu luang Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *