Review Film Onward

REVIEW FILM ONWARD (2020): Fantasi Modern Di Dalam Layar Kaca, Tontonan Menarik Bagi Anak-Anak Hingga Dewasa.

REVIEW FILM ONWARD (2020): Fantasi Modern Di Dalam Layar Kaca, Tontonan Menarik Bagi Anak-Anak Hingga Dewasa – Kabar gembira! Bagi kalian yang menyukai aktor papan atas Tom Holland dan Chris Patt, kalian boleh nih nonton film animasi yang mengusung dunia fantasi modern yaitu Onward. Rilis pada bulan Februari 2020 di Berlin, film animasi anak modern ini rilis satu bulan berikutnya di negara kita Indonesia yaitu bulan Maret 2020. Tom Holland dan Chris Patt adalah beberapa aktor Hollywood papan atas yang mengisi suara peran utama di film Onward ini. Penasaran seperti apa kira-kira jalan ceritanya?

Film animasi modern Onward diproduksi oleh Walt Disney Pictures dan Pixar Animation Studios, disutradarai oleh Dan Scanlon, dan dibintangi (dubber) oleh aktris dan aktor Hollywood papan atas yaitu Tom Holland sebagai Ian Lightfoot, Chris Patt sebagai Barley Lightfoot, Julia Louis Dreyfus sebagai Laurel Lightfoot ibu dari Ian dan Barley, Octavia Spencer sebagai sang Manticore, serta Mel Rodriguez sebagai Colt Bronco, kekasih dari Ibu Ian dan Barley.

Film animasi ini mengisahkan tentang dunia yang dulunya ditempati para makhluk mitos dipenuhi dengan kekuatan sihir, yang mana kekuatan sihir tersebut juga membantu kegiatan mereka sehari-hari. Namun seiring perkembangan dunia modern, maka kekuatan sihir tersebut perlahan sirna dan sudah tidak digunakan lagi. Adalah 2 bersaudara yaitu Barley dan Ian Lightfoot yang menjadi pemeran utama di film ini, yang mana mereka mendapatkan petualangan baru yang mengesankan dan tak terlupakan berkat bantuan hadiah dari ayah mereka yang telah meninggal, yaitu tongkat ajaib beserta batu permata dan manteranya.

Menariknya, ternyata film Onward ini diilhami dari pengalaman nyata sang sutradara, yaitu Dan Scanlon, yang mana ayahnya meninggal di usia Dan yang masih belia. Dan memutuskan untuk menulis cerita yang kemudian dijadikan film ini setelah ia mendengar klip yang berisi rekaman audio ayahnya, persis dengan adegan yang diperankan Ian yang berada di dalam film Onward ini.

Nah, berikut review yang akan kita berikan untuk kalian para pecinta film animasi maupun penonton film Onward. Tapi seperti biasa, sebelum kita membahas review-nya, ada baiknya kita baca dulu nih rangkuman alur cerita dari Onward ini.

Review Film Onward

PLOT SUMMARY REVIEW FILM ONWARD (2020)

Alkisah terdapat kehidupan dimana penghuninya adalah para makhluk mitos yang juga sering menggunakan sihir di sela-sela kehidupannya. Mereka selalu menggunakan kekuatan sihir di sela-sela kehidupannya dan hal itu membantu kegiatan mereka sehari-hari. Namun, setelah kemajuan teknologi di dunia modern makin berkembang maka kekuatan sihir tersebut pun lama-lama memudar dan sudah tidak digunakan lagi.

Ian Lightfoot, seorang anak laki-laki berusia 17 tahun yang kesehariannya bersekolah di SMA New Mushroomton , hidup bersama Ibu nya dan kakak laki-lakinya bernama Barley Lightfoot di sebuah rumah sederhana peninggalan ayah mereka yang telah meninggal, tidak lama sebelum Ian dilahirkan oleh ibunya ke dunia. Barley dan Ian selalu hidup bersama dan rukun, meski tak jarang mereka juga sering terlihat cek-cok serta berbeda pendapat.

Ian adalah anak laki-laki yang bersifat kurang percaya diri dan jarang bergaul dengan anak lain. Suatu hari, sepulang sekolah Ian mencoba mengumpulkan keberanian dengan sekuat tenaga untuk mengajak teman-teman kelasnya datang ke rumahnya, dalam rangka acara sederhana ulang tahun Ian yang diadakan oleh Ibunya. Namun semua itu menjadi kacau setelah kedatangan kakanya Barley yang memiliki sifat sangat berlawanan dengan sang adik Ian. Barley yang begitu optimistik dan periang tiba-tiba datang menjemput Ian di sekolahnya dengan gaya khas-nya yang sembrono dan tidak jarang berujung dengan kericuhan yang tak diharapkan. Akhirnya, dengan berat hati Ian pun membatalkan ajakannya kepada teman-temannya untuk datang kerumahnya tersebut lalu pergi menaiki mobil Barley yang sudah menunggunya sedari tadi.

Sesampainya dirumah, Ian merasa lemah dan putus asa dengan apa yang telah terjadi di hari itu. Ia lalu memasuki kamarnya, mencari kaset yang berisi rekaman suara ayahnya yang masih ia simpan sampai saat ini, lalu memutarnya sambil berandai-andai bahwa ia sedang berbicara langsung dengan ayahnya. Ian terlihat sangat merindukan ayahnya.

Lalu di hari ulang tahun Ian tersebut, ternyata ibunya memberikan hadiah dari ayah Ian dan Barley yang telah lama disimpan oleh ibunya, hal itu dikarenakan ayahnya meminta ibunya untuk memberikan hadiah tersebut saat anak-anak mereka telah memasuki usia 17 tahun. Ian dan Barley merasa sangat terkejut ketika mereka membuka isi hadiah tersebut, karena isinya adalah sebuah tongkat ajaib beserta batu permata Phoenix yang selama ini sering mereka lihat di cerita-cerita ataupun kartun permainan yang sering mereka mainkan. Barley yang sangat menyukai dan terobsesi dengan sejarah, langsung mengajak Ian untuk mewujudkan impian mereka dengan menghidupkan kembali sang ayah meski hanya dalam waktu 1 hari saja, dengan menggunakan tongkat ajaib tersebut. Ian sempat ragu, karena ia tahu semua itu hanyalah permainan semata yang selama ini sering ia dengar dan mainkan bersama dengan kakaknya. Sementara ibu nya, tampak kebingungan melihat isi hadiah dan surat tersebut, ibunya seperti tidak menyangka apakah hal tersebut benar atau tidak. Barley dan Ian sangat bersemangat untuk menyusun strategi yang akan mereka jalani demi mewujudkan impian mereka tersebut.

Ian dan Barley pun memutuskan untuk mendatangi kedai Manticore, seorang mantan pejuang di zaman dahulu kala saat kekuatann sihir masih ada dimana-mana. Mereka menempuh jalan yang cukup jauh untuk sampai ke kedai tersebut. Sesampainya di kedai Manticore, Barley dan Ian terkejut karena Manticore seperti tidak tahu apa yang dimaksudkan Ian dan Barley, dan malah sibuk melayani pelanggan-pelanggan kedainya. Meskipun awalnya Manticore tidak menggubris Ian dan Barley, namun pada akhirnya Manticore berubah pikiran dan justru mengamuk di kedainya, dikarenakan terpancing dengan kata-kata Barley dan Ian yang cukup menyinggung dan menyudutkan Manticore. Akibat dari amukan Manticore tersebut, kedai yang ia miliki malah dibakar oleh Manticore sendiri, sehingga menyebabkan seluruh pelanggan yang ada di kedai berlarian keluar untuk menyelamatkan diri. Polisi pun datang menghampiri kedai tersebut, dan mengamankan sang Manticore yang telah menjadi tersangka pembakaran kedai tersebut.

Sementara itu, Ian dan Barley langsung pergi menuju ke tempat tujuannya dengan membawa isi hadiah dari ayahnya tersebut yaitu tongkat ajaib, batu permata, dan juga surat yang berisi mantera sihir, hadiah yang mana akan menjadi awal petualangan baru bagi Ian dan Barley di dunia mereka saat ini, sebuah petualangan baru namun dengan dilengkapi berbagai kekuatan sihir seperti jaman dahulu kala!

GOOD POINTS

Jika kita telaah, film animasi modern Onward ini mengangkat tema tentang seorang anak yang merindukan ayahnya yang belum pernah ia lihat di dunia ini dikarenakan ayahnya yang telah meninggal lebih dulu sebelum ia dilahirkan ke dunia. Poin baik pertama yang dapat kita lihat yaitu film ini memperlihatkan betapa besarnya cinta orang tua kepada anaknya, seperti yang terlihat pada adegan dimana sang ayah yang berniat untuk memberikan hadiah yang harus dibuka anaknya di umur 17 tahun nanti, meskipun pada saat ayahnya merencanakan hal tersebut anak-anaknya masih berusia sangat kecil. Ayahnya tau hadiah tersebut akan berguna dan akan menyenangkan hati anak-anaknya kelak, khususnya Ian yang belum pernah melihat ayahnya sedari lahir.

Hubungan baik antara kakak beradik pun terlihat dengan jelas di film animasi anak modern ini. Mungkin masih terdapat di beberapa film animasi lain yang menunjukkan sedikit pertengkaran antara kakak beradik, hubungan yang kurang sehat antara kakak beradik tersebut, atau bahkan tak jarang terjadi aksi saling memukul satu sama lain. Namun di Onward, Ian dan Barley hanya menunjukkan cara bercanda antara kakak-adik sesama laki-laki, tidak ada kekerasan apapun di dalamnya. Hal tersebut menjadi hal yang posiif mengingat film ini target utamanya adalah anak-anak.

Gambar serta gerakan-gerakan animasi yang sangat bagus dan mengalir dengan soft membuat film Onward terasa begitu nyata bagi kita sebagai penonton. Tidak ditemukan cacat dalam suntingan adegan per adegannya, juga untuk pengisian suara yang dilakukan para aktris dan aktor tersebut, benar-benar pas sesuai dengan porsi dan tempatnya.

Pada saat adegan Ian dan Barley dibuntuti menggunakan mobil lalu akhirnya ditangkap oleh 2 orang polisi teman dari Colt, pacar baru Ibu mereka, ide Barley dan Ian untuk menggunakan sihir lalu menyamar sebagai Colt bisa dikatakan cukup bagus. Bisa saja anak-anak seusia mereka akan tetap turun lalu menyerahkan diri saja kepada polisi karena terdorong oleh perasaan takut, atau mungkin kalaupun ingin menggunakan sihir untuk menyamar, bisa saja Ian dan Barley menyamar sebagai orang lain saja tidak harus menyamar sebagai Colt, kekasih ibunya tersebut, yang mana sebenarnya mereka tidak terlalu menyukai tingkah laku Colt di kehidupan mereka sehari-hari.

NOT REALLY GOOD POINTS REVIEW FILM ONWARD

Poin pertama ini menurut kami cukup mengecewakan sebenarnya, karena poin ini adalah poin yang sangat diusahakan oleh Ian sejak pertama film ini dimulai. Ian yang sangat ingin bertemu dengan ayahnya, justru pada akhirnya tidak bisa bertemu langsung dengan ayahnya, dikarenakan ia sibuk mengalahkan si Naga kutukan yang sedang berusaha menggagalkan proses sihir pembentukan tubuh ayahnya. Barley lah yang bertemu dengan ayahnya, padahal semasa kecil Barley sudah bertemu dengan ayahnya, beda dengan Ian yang tidak pernah sama sekali bertemu dengan ayahnya. Walaupun, memang, Barley yang pertama kali menawarkan diri untuk mengalahkan sang Naga dan ia rela untuk tidak bertemu dengan ayahnya, namun, tidak ada kah cara lain yang bisa digunakan mereka berdua untuk mengalahkan sang Naga agar mereka berdua bisa bertemu langsung dengan ayahnya, walau katakanlah hanya selama 5 detik?

Penggambaran karakter sang Manticore sebagai pejuang zaman dahulu terasa kurang kuat. Porsinya dalam membantu melawan sang naga kutukan di adegan terakhir juga terasa kurang membantu. Sebaiknya kalau memang Manticore adalah seorang pejuang yang tak kenal takut di zaman dulu, ia bisa mengeluarkan sisa-sisa kekuatannya yang mengagumkan untuk benar-benar totalitas dalam membantu Ian dan Barley mengalahkan sang Naga kutukan.

Untuk adegan Colt mencium ibunya Ian dan Barley dirasa kurang pantas jika film ini memang target utamanya adalah anak-anak. Mungkin sang sutradara lupa untuk membuat blur adegan tersebut, ataukah mungkin memang disengaja untuk diperlihatkan? Meskipun hanya quick kissing yang mereka lakukan namun tetap terasa tidak pantas jika memang film ini tertuju kepada anak-anak sebagai target pasar utama nya.

Yang juga menjadi pertanyaan besar di poin selanjutnya adalah, apakah ayah dari Ian adalah seorang penyihir dulunya? Jika iya, mengapa tak ada adegan di awal film yang memperlihatkan bahwa ayah dari seorang Ian dan Barley Lightfoot adalah seorang penyihir andal? Atau, jika ayahnya bukanlah penyihir dulunya, maka mengapa ayah Ian menitipkan sebuah tongkat ajaib beserta batu permata dan mantera nya untuk dijadikan hadiah untuk anak-anaknya kelak?

Poin berikutnya juga masih berkaitan dengan poin sebelumnya, yang sedikit terasa janggal adalah ketika ibu Ian ikut bertarung membantu mengalahkan sang naga kutukan di akhir film ini. Ia menyebut dirinya sebagai “pejuang ksatria” lalu dengan mudahnya menaiki tubuh sang Naga dan menusukkan pedang tersebut ke badan sang Naga. Apakah dulunya Ibu Ian adalah seorang pejuang juga, sama seperti Manticore ataupun suaminya, ayah dari Ian dan Barley? Akan lebih baik lagi jika di menit menit awal film diberikan beberapa adegan tambahan mengenai latar belakang orang tua dari Ian, lalu bagaimana mereka bertemu dan akhirnya menikah. Setidaknya jika terdapat adegan tersebut maka penonton tidak akan bertanya-tanya sendiri dan merasa puas ketika film telah selesai.

PENUTUP

Sampailah kita di penghujung review yang sudah kita baca dan bahas bersama. Gimana, apakah kalian merasakan hal yang sama saat membaca review diatas? Atau mungkin kalian punya pendapat sendiri? Memang yah, sebuah karya itu tak luput dari penilaian serta poin-poin yang bisa selalu dibahas dan diulas. Namun, sebagai penonton yang cerdas dan baik hati, ada baiknya kita mengulas dan menilai sebuah karya dengan sangat objektif ya guys, tidak cenderung menjelek-jelekkan atau bahkan cenderung mengelu-elukan karya tersebut, karena seperti yang telah kita katakan sebelumnya, setiap karya itu pasti memiliki plus & minus nya.

Bagi kalian yang menyukai film-film animasi modern, Onward bisa banget nih kalian masukkan ke daftar nonton kalian di weekend bersama dengan keluarga kalian atau teman atau gebetan atau siapapun yang memang satu selera dengan kalian, hehe. Kalian juga tidak perlu pusing-pusing mencari website nya, karena fantasi21.com bisa kalian langsung kunjungi untuk kalian jadikan tempat streaming online berkualitas BluRay dan tanpa gangguan-gangguan iklan yang menyebalkan loh. Pasti kalian ingin menonton sebuah film dengan fokus tanpa ada gangguan kan? Nah, di website fantasi21.com akan mengusahakan untuk memberikan yang terbaik bagi kalian dalam mewujudkan keinginan kalian tersebut.

Setelah baca review ini, langsung saja ketik di browser kalian fantasi21.com , lalu ketik judul film apa saja yang kalian inginkan (termasuk film Onward ini), dan taraaaa! , judul film yang kalian inginkan langsung muncul di layar kaca kalian, tinggal kalian pilih saja nih mau film yang mana.

Yaudah, yuk tunggu apa lagi? Segera streaming film ini dan film apa saja yang kalian mau di fantasi21.com yaa!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *